Jumat, 17 September 2010

Segenggam Kata



Didedikasikan untuk saudara seperjuangan
Remaja Masjid Nurul Jannah angkatan 24 SMAN 39 Jakarta

Mengenalmu adalah sebuah keindahan
Bersamamu aku mampu kembali berpijak
Mengukir jejak dengan berbagai warna
Menapaki indahnya pelangi kehidupan
Ditengah pahitnya kenyataan
Kini  aku kembali berharap
Perpisahan tak lagi menjadi alasan
Dan ukhuwah terus berjalan
Abadi kekal dan selamanya
Hingga menuntun kita pada JannahNya

Melangkahkan kaki di tempat perjuangan baru membuat hati ini memaksa memori untuk memutar ulang perjuanganku dengan kalian. Ya, diawali dengan sebuah perkenalan yang bahkan tak cukup hanya sebentar. Saling bertukar informasi diri demi mengenal kawan seperjuangan. Melalui hari-hari dengan syuro berbagai kepanitaan pun tak membuat kami cukup mengenal siapa orang yang berada dibalik hijab itu. Menyediakan waktu untuk sekedar saling mengenal dengan berkunjung ke masjid tercinta dilakukan sebagai salah satu alternatif -yang pada akhirnya menjadi sebuah kebutuhan. Kegiatan-kegitan kaderisasi pun rutin dilakukan demi terciptanya kader-kader yang mampu meneruskan tongkat estafet dakwah di SMA Negeri 39 Jakarta. Betul Kawan, kakak-kakak kelas begitu berharap kita semua mampu menjadi kader yang jauh lebih baik dari mereka. Menegakkan kalimat Tauhid dan Panji agama Islam di lingkungan wiyata mandala yang kita huni selama 3 tahun itu. Apakah kita mampu? Sungguh itu tugas yang sengat berat.                
            

Selasa, 20 Juli 2010

Harapan dan Realita Pendidikan Indonesia

        Pendidikan agaknya dapat menjadi tolak ukur keberhasilan dan kesuksesan suatu negara selain dari bidang ekonominya. Dengan maju dan berkembangnya pendidikan suatu negara maka akan dapat terlihat bagaimana kualitas dari sumber daya manusia yang dimiliki negara tersebut. Pendidikan mampu menjadi tonggak tegaknya sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengelola pendidikan sebagai sebuah asupan penting yang menjadikan pendidikan sebagai  energi yang bernilai positif bagi negaranya.
Di Indonesia, pendidikan agaknya kurang mendapat perhatian serius layaknya pendidikan di negara lain di dunia. Meski pemerintah Indonesia telah menganggarkan dana sebesar 20% dari total APBN Indonesia untuk keberlangsungan dan kemajuan pendidikan Indonesia namun agaknya usaha tersebut belum mencapai titik optimal dalam upaya pembenahan berbagai aspek pendidikan di Indonesia. Segala yang dicanangkan untuk pembenahan pendidikan tak sepenuhnya berjalan lancar, masih banyak berita disana-sini yang menginformasikan betapa banyaknya kesalahan dalam pembenahan itu yang membuat berbagai macam kerugian bagi Indonesia.

Sabtu, 17 Juli 2010

Menyikapi sebuah hasil



Sore ini pengumuman SNMPTN, harusnya sih tanggal 17 Juli 2010. tapi ternyata dimajukan jadi 16 Juli 2010. Sebenernya sih saya ga nunggu-nunggu pengumuman SNMPTN karena emang ga ikut. Walaupun gitu deg-degan euy nunggu hasil temen-temen yang lain. eh ba'da magrib tadi ada telpon dari no.yang belum saya save, saya angkat, ternyata suara sohib saya, RANTI, dia nelponnya buru-buru gitu. Dan ternyata emang dasar soulmate banget deh, dia diterima dijurusan yang sama ma saya di Universitas Indonesia.


Tapi tunggu dulu, karena dia nelponnya buru-buru, dari suaranya sih dia kaya antara sedih atau seneng gitulah. Karena diterima dia jadi bingung deh buat milih hasil snmptn atau Poltekkes 1 keperawatan. eh waktu buka FB ternyata gga cm ranti aja tuh yang mengalami kebingungan, bentuk kebingungannya macem-macem, ada yang seneng banget sampe guling-gulingan (nyata loh), ada juga bingung milih hasil yang mana, ada juga yang bingung rejekinya belum dapet di snmptn kalli ini. yah itulah kehidupan guys...
berasa banget perjuangannya disaat-saat kayak gini.

Konsolidasi RMNJ 24

Hmmm, lagi nyoba konsisten buat ngepost tulisan, ya hitung-hitung belajar lah buat menapaki cita-cita kedepan (ceilah)

Bismillah…

Beberapa hari lalu tepatnya tanggal 13-14 Juli 2010 RMNJ 24 tuh ngadain acara, nah buat yang ga ikut karena sesuatu hal, saya share deh gimana serunya…tapi jangan pada nyesel ya buat yang ga ikut.

Nah acara rihlah ini  -tapi kalo disebut rihlah nanti ada yang ngomel and protes gitu- jadi sebenernya ini rangkaian acara konsolidasi RMNJ 39 angkatan 24.sebenernya ini acara penting dan serius tapi dikemas dalam kegiatan yang santai. Ya berhubung kita semua bakal keluar (lulus) dari 39 otomatis harus ada perencanaan matang untuk estafet perjuangan kita kedepan. Apa lagi RMNJ 24 ga semua di Jakarta, cuma ADI dan AKHWAT (ledekan dari ikhwan2), padahal mah buanyak juga sih ikhwan yang di Jakarta, cuma ya tetep aja buanyakan yang diluar Jakarta…

Selasa, 06 Juli 2010

Surat Untuk Saudaraku




Assalamualaykum saudaraku... 

Khaifa khalluk??? 
Semoga kalian senantiasa berada dalam lindunganNya. Dan semoga semilir angin yang dikirimkanNya mampu membuat kalian merasakan betapa indahnya ukhuwah dalam naungan cintaNya. Saudaraku, izinkan aku menyampaikan sedikit rasa yang memenuhi ruang hati ini ketika kenyataan akan perpisahan begitu sulit untuk ditolak, atau bahakan tak sedikitpun daya yang aku miliki untuk menghindari hal itu. Dan izinkan aku mendapati senyum termanis kalian semua ketika membaca surat ini. 

Saudaraku, jika ada sesuatu yang diizinkan Allah untuk diulang kembali, tak akan aku siakan kesempatan untuk mengulang kembali masa indah bersama kalian. Marilah kita kenang! Sejenak memejamkan mata untuk mengizinkan otak ini mencari data yang lama sudah tersimpan disudut hati kita atau bahkan terlupa. Mungkinkah?

Rabu, 21 April 2010

Bangga Donk Jadi Seorang Muslimah


Banyak orang mempertanyakan posisi perempuan dalam Islam. Banyak juga yang menuding bahwa Islam itu tak adil terhadap perempuan. Bahkan ada juga yang berusaha mencari-cari kelemahan Islam dalam memperlakukan perempuan. Hmm…sejauh mana mereka berhasil ya?
Perempuan memang tidak sama dengan laki-laki. Itu dari segi jenis kelamin. Secara fisik saja sudah jelas perbedaan itu, apalagi secara emosi dan kejiwaan. Karena perbedaan inilah, Islam memberikan beberapa hukum yang berbeda pula di antara keduanya. Misalnya saja dalam hal batasan aurat, bagian waris, nafkah, dll. Bukan untuk membedakan, tapi memang keduanya berbeda. Pembedaan tersebut sebatas dari segi fitrah atau hukum alam yang menyertai masing-masing jenis, laki-laki dan perempuan. Tapi dari segi kemanusiaan, Islam tidak membedakan barang secuil pun. Bahkan dari segi pahala dan dosa, keduanya mendapat porsi yang sama. Gak percaya? Nih: “Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki atau perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang baik dari apa yang mereka kerjakan” (QS. An-Nahl 97).