Selasa, 01 Mei 2012

malang


Ini  bahkan bukan goresan penuh tipu daya kegalauan
tapi memang sebuah pengakuan bahwa cinta memang tak tahu diri
malang nian hati, ah andai kau bernyawa melebihi kata
mungkin muak kian merajai kata yang akan kau sampirkan
pada jiwa-jiwa yang terhamba pada cinta yang betul-betul tak tahu diri

Senin, 06 Februari 2012

Senja di Kampus (Tugas Penulisan Populer)



                Senja tetap setia menggelayut di langit kampus, tak pernah mengkhianati waktu seakan hendak memberi sebuah harapan bagi yang memandang. Matahari tak lagi tegak di atas kepala, kian condong, ke barat tentunya karena ia tak akan mengkhianati titah Tuhannya. Segores mega senantiasa setia menemani senja yang menggelayut manja persis di langit kampus. Membuat langit tak lagi sejuk dengan birunya, namun indah dengan jingganya. Jingga yang sama saat pertama kakiku menjejak di sini, di hamparan rumput hijau di tepian danau. Sudut favorit untuk menikmati hari-hari perjuangan di kampus ini.
                Klaster, kelas terbuka. Sudut kampus yang tak pernah alpa ku kunjungi selain kelas-kelas bisu penuh ilmu. Sama seperti senja ini dengan senja-senja sebelumnya, aku sempatkan diri untuk menikmati senja di kampus. Aku duduk beralaskan hijaunya rumput -sedikit basah bekas gerimis yang amat sebentar- persis di pinggiran klaster. Posisi terbaik memandang danau yang memisahkan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya dengan Fakultas Teknik. Tentu saja ada sebuah pohon rindang yang menaungi tempat dudukku saat ini, memberikan keteduhan serta menambah ketenangan ketika memandang riak-riak danau yang kian memanjang.

Senin, 26 Desember 2011

HUMANIORA ISLAMIC FESTIVAL (HIFEST) 2011



Assalamualaikum
FORMASI FIB UI dengan bangga mempersembahkan Humaniora Islamic Festical 2011 (Hi Fest 2011) yang akan diselenggarakan pada:
Kamis-Sabtu, 29-31 Desember 2011 di Auditorium Gd.IX FIB UI

Kamis, 29 Desember 2011:
-pementasan tari saman oleh Srikandi SMAN 39 Jakarta
-seminar Prosa Islami dengan pembicara Tasaro GK (penulis novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan) dan Boim Lebon (penulis Lupus) di bidang prosa dan Sapardi Djoko Damono (guru besar FIB UI) dan Taufik Ismail (penyair) di bidang puisi

Jumat, 30 Desember 2011:
-Lomba kaligrafi
-Nonton bareng "Kingdom of Heaven"
-Seminar Film dengan pembicara Ade Armando (Komisi Penyiaran Indonesia) dan Aditya Gumay (sutradara "Rumah Tanpa Jendela")

Sabtu, 31 Desember 2011:
-Lomba nasyid
-Seminar musik Islami dengan pembicara Fika (personel Moupla) dan Faris (personel Justice Voice)
-Stand Up Comedy oleh Ibnu Wahyudi (dosen prodi Indonesia FIB UI)
-dan live performance dari Justice Voice, Punk Muslim, dan Edcoustic

ayo,jangan lupa ajak teman-teman!!
FREE ENTRY+sertifikat (bagi 50 pendatang pertama di setiap seminarnya)
TUNGGU APA LAGI???
SEGERA AGENDAKAN YA?! ^^

Kamis, 13 Oktober 2011

Seharusnya kita Menjalankan Amanah dengan Amanah #3

jika saja hati dapat menelisik setiap resah
tentu aku ingin membersamai resahmu
kini ataupun nanti tautan hati tak akan berhenti
UntukNya dan karenaNya

Ketika kesibukan kian sesak melingkupi hari, terkadang begitu banyak jiwa terlupa untuk sekadar disapa.
Semester ganjil belum genap dua bulan berjalan, namun seakan penat tak lelah menghiasi hari yang berjalan tanpa henti. Jika dua semester sebelumnya masih dapat aku jumpai hari dengan senyum indah para bidadari, kini senyum indah tak lagi aku jumpai setiap hari. Tentu saja bukan karena bidadari tak ingin tersenyum memaknai hati, tapi waktu terkesan kikir memberi ruang perjumpaan untuk sekadar bertukar senyum dengan para bidadari. Seharusnya kita menjalankan amanah dengan amanah.

Senin, 26 September 2011

Seharusnya kita Menjalankan Amanah dengan Amanah #2

       Kala itu ketika ia dengan tulusnya memberikan sebuah kunci kecil, kunci keihklasan dalam beramal,  tekadku bulat. Insya Allah akan aku tunaikan. “Seharusnya kita menjalankan amanah dengan amanah” begitu ucapnya lembut tanpa mengubah ekspresi wajahnya. Tak terasa memang. Hampir tujuh bulan lalu kalimat itu lahir dari lisannya. Dan kini, kalimat itu masih terngiang hebat, namun tak lagi menjadi kalimat positif melainkan berbalik menjadi sebuah kalimat penuh tanya. “Sudahkan kita menjalankan amanah dengan amanah?” begitu pikirku dan memang tak akan pernah keluar dari lisan lembutnya.

            Tujuh bulan sejak kunci itu ia berikan, aku terlena dengan masa mengemban amanah tanpa evaluasi intensif. Aku rasakan semua baik-baik saja, sepertinya. Meskipun sinergisitas kesempatan, pelaku (pengemban amanah), kontribusi, dan waktu serasa tak bekerja sesuai dengan amanahnya. Sungguh aku menyadari itu semua. Namun semua terlewat bahkan hanya dengan beberapa gerutu di belakang. Tujuh bulan sejak kunci itu ia berikan, aku masih menikmati keadaan, berlayar tanpa arah meski tujuan telah jelas terpampang. Jelas sudah, amanah telah mengkhianati amanahnya.